Indomie Telur
"Intel tuh apa?" tanyaku.
Pukul 3 subuh di burjo Galuh. Aku yang waktu itu masih maba, belum tau dunia per-burjo-an, menatap bingung selembar kertas berisi menu-menu makanan. Kamu menatapku, lantas tertawa pelan.
"Indomie telur. Kalau yang ngga pake telur, namanya Tante, tanpa telur," jawabmu.
Aku hanya mengangguk pelan sambil bergumam 'oohh'. Aku dapat pengetahuan baru tentang dunia burjo.
"Kamu mau pesan apa? Tadi katanya laper." Kamu menawariku dengan mata masih menatap pada lembaran menu.
Ah, sebenarnya melihatmu saat itu saja sudah membuat rasa laparku hilang. Walaupun sebenarnya mengagumimu juga butuh banyak energi.
menco, 2018.


Komentar
Posting Komentar