Rooftop Alila

"Kamu pernah ke rooftop Alila, nggak?" tanyamu setengah berteriak. Keramaian kota sore itu sedikit mengusik kami yang ngobrol di pinggiran alun-alun. 

Aku menggeleng pelan, memberi isyarat bahwa aku belum pernah kesana. Aku terlalu sibuk mengunyah jasuke favoritku yang toping kejunya melimpah namun harganya tetap limaribu rupiah.

 "Nanti kapan-kapan kesana yuk? Katanya view-nya bagus." ujarmu dengan antusias.

"Nggak mau ah. Mahal." tolakku mentah-mentah. Kamu menatapku bingung, sedangkan aku pura-pura tidak peduli dan tetap menyuapkan sesendok jasuke.

"Loh kenapa nggak mau? Kan bisa nabung dulu baru pergi kesana!" Kamu tetap bersikukuh ingin kesana. Tatapan ambisius yang selalu terpatri di dua bola matamu yang cantik itu menatapku, membuatku merasa gemas.

"Mukamu tuh jelek kalo serius. Yaudah nanti kesana, yang penting nabung dulu. Pasti mahal-mahal," jawabku asal. Padahal sebenarnya aku mulai penasaran juga, seberapa bagus tempat itu.

__________________________

Belum sempat pergi kesana, kami memilih jalan masing-masing. Dan sampai sekarang, aku masih ingin pergi ke tempat itu. Mungkin saja kamu sudah lupa, tapi aku tidak.

surakarta, 2019.

(pic: asedino.com)

Komentar

Postingan Populer